Kamis, 15 Mei 2014

INOVASI TEKNOLOGI PEMUPUKAN PADI MENDONGKRAK PRODUKSI PADI SAMPAI 9 TON/HA



I.  PENDAHULUAN
Oleh : Mahmuddin Dani
A.   Latara Belakang
Pemupukan merupakan salah satu proses penting dalam budidaya suatu tanaman. Karena proses pemupukan juga akan sangat menentukan keberhasilan produksi tanaman tersebut. Oleh karena itu selain kita harus mengetahui beberapa jenis pupuk dan proses penyerapan pupuk kita juga harus tahu bagaimana cara mengaplikasikan pupuk pada tanaman sehingga proses tersebut bisa lebih efektif dan efisien, (Anonim, 2012).
Untuk mendapatkan hasil pemupukan yang memuaskan, tidak hanya penting memakai dosis pupuk yang tepat saja tetapi juga penting diketahui cara pengunaan pupuknya. Dengan berkembangnya teknologi pertanian dan industri, telah melahirkan berbagai produk yang cara pemberiannya lain dari biasanya, namun secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua cara pemberian/memupuk, yakni: (1) Memupuk dengan cara pemberian melalui akar dan (2) Memupuk dengan cara pemberian melalui daun, (Anonim, 1993).
Memupuk melalui akar tanaman yaitu segala macam pupuk yang diberikan kepada tanaman lewat akar. Tujuannya tentu sudah jelas, yakni mengisi tanah dengan hara yang dibutuhkan oleh tanaman, supaya tanaman yang ditanam di atasnya tumbuh subur dan memberikan hasil yang memuaskan.
Memupuk dengan cara disemprotkan ke daun tanaman (Spraying) yaitu pupuk dilarutkan ke dalam air dengan konsentrasi sangat rendah kemudian disemprotkan langsung kepada daun dengan alat penyemprot biasa (Hand Sprayer).
Pada umumnya pemupukan pada tanaman padi dilakukan melalui akar dengan cara disebar (broad casting). Keefektifan pemupukan dengan cara disebar tergantung pada kemahiran yang melakukan pemupukan. Sering kita jumpai tanaman padi yang berada dipinggir pematang lebih baik pertumbuhannya dibanding tanaman padi yang berada di tengah. Banyak yang berpendapat bahwa tanaman padi yang berada dipinggir pematang mandapatkan cahaya matahari dan sirkulasi udara yang lebih banyak dibanding tanaman yang berada di tengah. Diperkenalkanlah cara tanam legowo untuk memodifikasi hal tersebut sehingga semua baris tanaman seakan berada di pinggir.
Tapi menurut pengamatan penulis, hal tersebut bukan sepenuhnya disebabkan oleh pengaruh cahaya dan udara, tapi disebabkan oleh cara pemupukan yang tidak efektif atau tidak merata. Tanaman yang berada di pinggir pematang sering mandapatkan porsi pupuk yang lebih tinggi dibanding tanaman padi yang berada di tengah karena cara memupuk yang kurang tepat.
Olehnya itu, penulis memperkenalkan metode pemupukan pada tanaman padi yang penulis namakan Pemupukan Padi dengan Alat Tabela. Dimana metode tersebut memungkin setiap rumpun tanaman padi mendapatkan porsi pupuk yang tidak jauh berbeda.
B.   Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan ini untuk melihat sejauhmana pengaruh cara pemupukan dengan menggunakan alat tabela terhadap produktivitas padi.

 
II.   PEMUPUKAN PADI DENGAN ALAT TABELA

A.   Pemupukan Padi
Cara pemupukan pada tanaman padi selama ini dilakukan dengan cara disebar. Pupuk ditaruh dalam wadah (umumnya ember), digendong lalu disebar ke tanaman. Banyaknya pupuk yang disebar tergantung ukuran kepalan tangan yang melakukan pemupukan. Apakah pupuk yang disebar dapat menjangkau semua rumpun tanaman padi secara merata menjadi satu pertanyaan bagi kita.
B.   Alat Tabela
Hampir seratus persen petani di Kecamatan Tiroang menerapkan cara tabela dalam budidaya padinya dengan menggunakan alat tabela. Alat tabela padi umumnya terbuat dari pipa yang dilubangi dengan jarak sesuai keinginan, diberi roda di kedua ujungnya lalu ditarik dengan menggunakan kayu. Lubang pada pipa dibuat dengan menggunakan mata bor 14. Alat inilah yang digunakan dalam pemupukan padi.

   III. CARA PELAKSANAAN
A.Alat Dan Bahan
Alat yang digunakan adala alat tabela padi, jerigen bekas, dan pemukul. Sedangkan bahannya adalah pupuk urea dan NPK Pelangi serta NPK Phonska.
B.Pelaksanaan Pemupukan
1.    Bila ada pupuk yang menggumpal terlebih dahulu di dipisahkan dengan menggunakan alat pemukul agar pupuk nantinya dapat lancar keluar lewat lobang pipa.
 

2.    Diusahakan agar sawah yang akan dipupuk airnya dalam kondisi macak-macak untuk menghindari pipa terkena percikan air yang dapat menyebabkan butiran pupuk melekat dipipa sehingga menghambat keluarnya butiran pupuk dari lubang pipa. Sebaiknya pemupukan dilakukan dengan menggunkanan pupuk tunggal karena bila dicampur akan menyebabkan pupuk mencair yang dapat menyumbat lubang pipa.

3.    Pupuk dimasukkan ke dalam pipa dengan menggunakan jerigen bekas. Pipa diisi 3/4 bagian pipa kemudian bagian ujungnya ditutup dengan penutup.

4.    Selanjutnya pipa ditarik dengan secara perlahan mengikuti barisan padi.
5.    Ada dua uji coba yang dilakukan yaitu pemupukan tabela dilakukan 2 kali dan satu kali. Pemupukan tabela dua kali dilakukan dilakukan pada umur 11 hst dengan menggunakan pupuk NPK Pelangi 75 kg/hektar. Selanjutnya pemupukan kedua dilakukan pada saat padi berumur 14 hst dengan pupuk urea sebanyak 100 kg/hektar. Pemupukan selanjutnya dilakukan dengan cara ditabur seperti biasa pada umur 30 hst dengan pupuk NPK Pelangi 75 kg/hektar.
6.    Cara kedua dengan hanya satu kali pemupukan tabela pada umur padi 19 hst dengan menggunakan pupuk NPK Phonska dengan dosis 75 kg/hektar. Pemupukan kedua disebar seperti biasa dengan pupuk urea sebanyak 50 kg/hektar dicamupur dengan NPK Pelangi sebanyak 125 kg/hektar.


  IV.     HASIL DAN PEMBAHASAN
Pemupukan dengan cara pertama diperoleh hasil ril di lapangan 9,92 ton/hektar, 8,02 ton/hektar, dan 9,33 ton/hektar (menggunakan varietas  Inpari 9) dengan rata-rata produktivitas 9,09 ton/hektar. Sedangkan pemupukan dengan cara kedua diperoleh hasil 11,38 ton/hektar (menggunakan Varietas Inpari 8).
Pupuk yang digunakan pada cara yang pertama adalah NPK Pelangi 150 kg/ha dan Urea 100 kg/ha. Sedangkan pada cara kedua pupuk NPK yang digunakan 200 kg/ha ( 75 kg Pelangi dan 125 kg NPK Ponska) dan Urea 50 kg/ha. Jika dibandingkan dengan rekomendasi umum pemupukan yang berlaku di Kabupaten Pinrang yaitu NPK 250 kg/ha dan urea 100 kg/ha, ternyata bahwa pemakaian pupuk pada uji coba pemupukan dengan menggunakan alat tabela lebih efisien.
Dengan pemupukan menggunakan alat tabela memungkinkan setiap rumpun tanaman padi mendapat suplai pupuk yang hampir merata dan ternyata penggunaan pupuk yang juga lebih efisien.

 V.    PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.  Rata-rata produktivitas yang dihasilkan adalah 9,66 ton/ha.
2.  Penggunaan pupuk ternyata lebih efisien.
B.    Saran-saran
Perlu ada uji lebih lanjut untuk umur padi di atas 30 hari.

Rabu, 02 April 2014

WAGUB SULSEL PANEN HIBRIDA 9,1 TON DI BOKI




Wakil Gubernur Sulawesi Selatan  Ir.    H.      Agus      Arifin   Nu’mang, M.S. melakukan pesta panen padi hibrida musim tanam Oktober-Maret 2013/2014 di Lingkungan Boki Kelurahan Pammase Kecamatan Tiroang Kabupaten Pinrang.
Pesta panen padi ini diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pinrang di hamparan persawahan milik Kelompoktani Sipakainge I seluas kurang lebih 100 hektar pada tanggal 27 Maret 2014 yang juga merupakan kawasan pengembangan SLPTT padi hibrida.



Menurut  Kepala  Dinas Pertanian  dan  Peternakan   Kabupaten     Pinrang  Ir. Yohannis  Sampebua, MP, varietas  padi hibrida yang dipanen adalah varietas unggul hibrida Loop 11 milik PT. Lopping High-Tech Industry.
Dari hasil pengambilan ubinan diperoleh produktivitas rata-rata padi hibrida Loop 11 mencapai 14,81 ton/hektar. Sedangkan produktivitas ril yang diperoleh di lokasi Laboratorium Lapangan SLPTT sebesar 9,1 ton/hektar.


 Sementara itu, di bawah terik matahari yang cukup panas dalam sambutannya H. Agus Arifin Nu’mang mengungkapkan perasaan puasnya kepada seluruh peserta pesta panen. Puas atas sambutan petani yang antusias dan puas dengan hasil panen padi petani yang tinggi.(mahmuddin dani)

Minggu, 16 Februari 2014

KESEPAKATAN TUDANG SIPULUNG PETANI TIROANG







Petani Tiroang menghasilkan kesepakatan bersama dalam rangka menghadapi musim tanam April-September 2014 menyangkut jadwal turun sawah. Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam acara Musyawarah Tudang Sipulung yang dilaksanakan pada tanggal 13 Pebruari 2014 di Kantor Kecamatan Tiroang.
Hadir pada acara tersebut Camat Tiroang A. Muh. Taufik Arif, S.STP. selaku tuang rumah, Ir. Wahyuddin, MP yang mewakili BP4K, A. Calo Kerrang, SP mewakili Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pinrang, Sanusi Tantu, SP mewakili Kantor Ketahanan Pangan, dan Ir. H. Ruslan Patihong mewakili Kantor IP3OP Tiroang serta pengurus kelompoktani sekecamatan Tiroang.
Dikatakan A. Muh. Taufik Arif kondisi pertanaman padi di kecamatan Tiroang aman dan diperkirakan panen akan dilakukan pada bulan Maret. Tapi petugas pertanian diharapkan terus melakukan pengawalan ekstra pada padi hibrida karena adanya serangan kresek, tikus, dan wereng coklat.
Selanjutnya, A. Muh. Taufik Arif mengharapkan kebersamaan semua kelompoktani di kecamatan Tiroang untuk mengawal hasil kesepakatan Musyawarah Tudang Sipulung ini.
Musyawarah Tudang Sipulung menghasilkan kesepakatan rencana panen pada bulan Agustus/September; pembersihan saluran dan pengendalian tikus 15 April 2014 sampai selesai; buka pintu air 20 April 2014; Mappalili 21 Apri 2014; hambur benih 20-30 Mei 2014 untuk Kelurahan Mattiro Deceng, Tiroang, Fakkie, Marawi, 7-14 Mei 2014 Kelurahan Pammase; tabela 5-12 Mei 2014 untuk varietas genjah, 15-22 Mei 2014 untuk varietas dalam; tanam pindah 10-17 Mei 2014; tutup tanam 20 Juni 2014; varietas anjuran Inpari 4,6,8,9,10,13,20, Mekongga, Hibrida; hama yang diwaspadai tikus, wereng coklat, penggerek batan dan penyakit yang diwaspadai tungro, kresek. (Mahmuddin Dani).